Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Belajar Dari Wildan (Yang Hapal Qur'an Dalam Waktu 2 Bulan)

Wildan (tengah) bersama Ustadz Suriani Jiddy, Lc (paling kanan)
Selesai shalat tarawih di Masjid Al-Ihsan, Kuala Kapuas, Jum'at 19 Juni 2015 admin berbincang dengan Wildan tentang pengalamannya menghapalkan Qur'an dalam waktu 2 bulan. Admin menanyakan bagaimana dia bisa menghapalkan Qur'an dalam waktu secepat itu. Wildan menjelaskan bahwa setiap hari dia mengkhatamkan Qur'an berkali-kali. Karena seringnya dia mengkhatamkan Qur'an tersebut, dia cepat menyetorkan hapalannya. Pada awalnya dia hanya bisa setor sekitar 10 halaman sehari dengan susah payah. Tapi hari-hari berikutnya jumlah setorannya makin bertambah, bahkan dalam sehari dia bisa menyetor beberapa juz.

Wildan menceritakan tentang sosok gurunya yaitu DR. KH. Ali Akhmadi, MA, Al Hafidz. Sang guru mengajak para santrinya untuk membiasakan shalat witir sebelum tidur. Biasanya shalat ini dimulai pukul 22.00 WIB. Hebatnya shalat itu meskipun cuma tiga rakaat tapi bisa berakhir pukul 03.00 WIB. Saat dia pertama kali mengikuti shalat yang panjang tersebut, kakinya agak sakit karena lama berdiri, tapi lama-lama sudah terbiasa. Pada awalnya sering merasa ngantuk di tengah shalat, tapi dengan berlalunya waktu, terasa kenikmatan yang luar biasa saat mendengarkan bacaan tersebut dan menjadi tidak mengantuk.

Saat mendengar kisah ini, admin langsung mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam shalatnya. Kenikmatan berdialog dengan Allah SWT membuat waktu menjadi berlalu sangat cepat. Menurut keterangan Wildan, bagi para penghapal Qur'an, bacaan satu juz seperti membaca satu lembar Qur'an saja.

Wildan menjelaskan bahwa DR. Ali Akhmadi tidak memberikan cara tertentu untuk menghapal Qur'an, yang beliau minta adalah konsentrasi dalam menghapal Qur'an. Beliau bahkan tidak menerapkan aturan yang ketat kepada santrinya dalam menghapal Qur'an. Karena menurut beliau orang yang sudah berniat untuk menghapal Qur'an tentu tidak akan macam-macam.

Saat ditanya tentang rencana ke depan, Wildan menyampaikan bahwa ia ingin segera menyelesaikan muroja'ahnya kemudian mengambil sanad dari DR. Ali Akhmadi yang memiliki 10 sanad qiraat. Setelah itu dia ingin melanjutkan pendidikan ke University of Madinah dan mengambil spesialisasi Qur'an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)