Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Belajar Dari Wildan (Yang Hapal Qur'an Dalam Waktu 2 Bulan)

Wildan (tengah) bersama Ustadz Suriani Jiddy, Lc (paling kanan)
Selesai shalat tarawih di Masjid Al-Ihsan, Kuala Kapuas, Jum'at 19 Juni 2015 admin berbincang dengan Wildan tentang pengalamannya menghapalkan Qur'an dalam waktu 2 bulan. Admin menanyakan bagaimana dia bisa menghapalkan Qur'an dalam waktu secepat itu. Wildan menjelaskan bahwa setiap hari dia mengkhatamkan Qur'an berkali-kali. Karena seringnya dia mengkhatamkan Qur'an tersebut, dia cepat menyetorkan hapalannya. Pada awalnya dia hanya bisa setor sekitar 10 halaman sehari dengan susah payah. Tapi hari-hari berikutnya jumlah setorannya makin bertambah, bahkan dalam sehari dia bisa menyetor beberapa juz.

Wildan menceritakan tentang sosok gurunya yaitu DR. KH. Ali Akhmadi, MA, Al Hafidz. Sang guru mengajak para santrinya untuk membiasakan shalat witir sebelum tidur. Biasanya shalat ini dimulai pukul 22.00 WIB. Hebatnya shalat itu meskipun cuma tiga rakaat tapi bisa berakhir pukul 03.00 WIB. Saat dia pertama kali mengikuti shalat yang panjang tersebut, kakinya agak sakit karena lama berdiri, tapi lama-lama sudah terbiasa. Pada awalnya sering merasa ngantuk di tengah shalat, tapi dengan berlalunya waktu, terasa kenikmatan yang luar biasa saat mendengarkan bacaan tersebut dan menjadi tidak mengantuk.

Saat mendengar kisah ini, admin langsung mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam shalatnya. Kenikmatan berdialog dengan Allah SWT membuat waktu menjadi berlalu sangat cepat. Menurut keterangan Wildan, bagi para penghapal Qur'an, bacaan satu juz seperti membaca satu lembar Qur'an saja.

Wildan menjelaskan bahwa DR. Ali Akhmadi tidak memberikan cara tertentu untuk menghapal Qur'an, yang beliau minta adalah konsentrasi dalam menghapal Qur'an. Beliau bahkan tidak menerapkan aturan yang ketat kepada santrinya dalam menghapal Qur'an. Karena menurut beliau orang yang sudah berniat untuk menghapal Qur'an tentu tidak akan macam-macam.

Saat ditanya tentang rencana ke depan, Wildan menyampaikan bahwa ia ingin segera menyelesaikan muroja'ahnya kemudian mengambil sanad dari DR. Ali Akhmadi yang memiliki 10 sanad qiraat. Setelah itu dia ingin melanjutkan pendidikan ke University of Madinah dan mengambil spesialisasi Qur'an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas