Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Belajar Dari Wildan (Yang Hapal Qur'an Dalam Waktu 2 Bulan)

Wildan (tengah) bersama Ustadz Suriani Jiddy, Lc (paling kanan)
Selesai shalat tarawih di Masjid Al-Ihsan, Kuala Kapuas, Jum'at 19 Juni 2015 admin berbincang dengan Wildan tentang pengalamannya menghapalkan Qur'an dalam waktu 2 bulan. Admin menanyakan bagaimana dia bisa menghapalkan Qur'an dalam waktu secepat itu. Wildan menjelaskan bahwa setiap hari dia mengkhatamkan Qur'an berkali-kali. Karena seringnya dia mengkhatamkan Qur'an tersebut, dia cepat menyetorkan hapalannya. Pada awalnya dia hanya bisa setor sekitar 10 halaman sehari dengan susah payah. Tapi hari-hari berikutnya jumlah setorannya makin bertambah, bahkan dalam sehari dia bisa menyetor beberapa juz.

Wildan menceritakan tentang sosok gurunya yaitu DR. KH. Ali Akhmadi, MA, Al Hafidz. Sang guru mengajak para santrinya untuk membiasakan shalat witir sebelum tidur. Biasanya shalat ini dimulai pukul 22.00 WIB. Hebatnya shalat itu meskipun cuma tiga rakaat tapi bisa berakhir pukul 03.00 WIB. Saat dia pertama kali mengikuti shalat yang panjang tersebut, kakinya agak sakit karena lama berdiri, tapi lama-lama sudah terbiasa. Pada awalnya sering merasa ngantuk di tengah shalat, tapi dengan berlalunya waktu, terasa kenikmatan yang luar biasa saat mendengarkan bacaan tersebut dan menjadi tidak mengantuk.

Saat mendengar kisah ini, admin langsung mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam shalatnya. Kenikmatan berdialog dengan Allah SWT membuat waktu menjadi berlalu sangat cepat. Menurut keterangan Wildan, bagi para penghapal Qur'an, bacaan satu juz seperti membaca satu lembar Qur'an saja.

Wildan menjelaskan bahwa DR. Ali Akhmadi tidak memberikan cara tertentu untuk menghapal Qur'an, yang beliau minta adalah konsentrasi dalam menghapal Qur'an. Beliau bahkan tidak menerapkan aturan yang ketat kepada santrinya dalam menghapal Qur'an. Karena menurut beliau orang yang sudah berniat untuk menghapal Qur'an tentu tidak akan macam-macam.

Saat ditanya tentang rencana ke depan, Wildan menyampaikan bahwa ia ingin segera menyelesaikan muroja'ahnya kemudian mengambil sanad dari DR. Ali Akhmadi yang memiliki 10 sanad qiraat. Setelah itu dia ingin melanjutkan pendidikan ke University of Madinah dan mengambil spesialisasi Qur'an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)