Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Kapuas Kehilangan Dua Spesialis

Pada hari Selasa, 30 Juni 2015, dr. Ruth Widhiati R. Putri, SpOG dan dr. Tri Hartanto, M.Sc, SpPD secara resmi berpamitan dengan petugas di RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Perpisahan dimulai saat pertemuan komite medik dan ditutup saat buka puasa bersama IDI Cabang Kapuas di rumah dr. H. Ahmad Haspiani, MM di Jalan Sudirman, Kuala Kapuas.

dr. Ruth sudah bekerja selama 2 tahun 5 bulan di Kapuas. Beliau mulai PPDS sampai tugas pertama setelah selesai sekolah di Kapuas. Sedangkan dokter Tri sudah bekerja selama 6 bulan. dr. Ruth akan kembali ke RSUP Sambang Lihum dan dr.Tri akan kembalii ke RSUD Karang Anyar.

Dengan kepergian kedua dokter spesialis ini, spesialis kebidanan dan penyakit dalam di Kapuas tinggal masing-masing satu orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)