The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Pesantren Ramadhan SMP Negeri 3 Selat

Peserta Pesantren Ramadhan SMPN 3 Selat
SMPN 3 Selat (sebelumnya adalah SMPN 4 Selat) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Pesantren Ramadhan tahun ini dilaksanakan hari Selasa-Rabu, 23-24 Juni 2015. Kegiatan ini diisi dengan pemberian materi kepada para siswa oleh berbagai narasumber. Diantaranya adalah oleh dr. Tri Setyautami, MPHM yang menyampaikan materi Puasa dan Kesehatan.
dr. Tri Setyautami sedang menyampaikan materi
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan guru SMPN 3 Selat. Sebagian besar siswa SMPN 3 Selat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh AMMAl Amanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas