Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi

dr. Elvera sedang memeriksa supir

Selasa pagi 14 Juli 2015 di depan Adiguna Jl. Patih Rumbih dilaksanakan pemeriksaan Deteksi Dini Faktor Resiko Kecelakaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Polres Kapuas dan Dinas Perhubungan. Para supir angkutan penumpang (bis antar kota, antar provinsi, travel) dan truk angkutan barang diminta untuk menepi dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Para supir diwawancara, diukur  tekanan darah, kadar alcohol pernapasan, gula darah sewaktu dan amfetamin urin. Hal-hal yang diukur adalah factor-faktor yang mempengaruhi keselamatan selama berkendara. Hasilnya berupa rekomendasi : Layak mengemudi, Layak Mengemudi dengan Catatan, atau Tidak Layak Mengemudi.
Pengukuran alkohol dalam pernapasan
Pemeriksaan berjalan dengan tertib dan lancer. Keseluruhan yang diperiksa ada 24 supir, dengan hasil di antaranya 2 orang tidak layak mengemudi karena ditemukan amfetamin urin positif, sehingga selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Polres Kapuas.
Foto bareng petugas posko

Tenaga pemeriksa factor risiko ada 6 orang yaitu 3 orang dari Dinas Kesehatan dan 3 orang dari Puskesmas Pulau Telo. Sedangkan dari Polres adalah petugas dari Satuan Narkoba, Lantas, dan Kesehatan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas