BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi

dr. Elvera sedang memeriksa supir

Selasa pagi 14 Juli 2015 di depan Adiguna Jl. Patih Rumbih dilaksanakan pemeriksaan Deteksi Dini Faktor Resiko Kecelakaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Polres Kapuas dan Dinas Perhubungan. Para supir angkutan penumpang (bis antar kota, antar provinsi, travel) dan truk angkutan barang diminta untuk menepi dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Para supir diwawancara, diukur  tekanan darah, kadar alcohol pernapasan, gula darah sewaktu dan amfetamin urin. Hal-hal yang diukur adalah factor-faktor yang mempengaruhi keselamatan selama berkendara. Hasilnya berupa rekomendasi : Layak mengemudi, Layak Mengemudi dengan Catatan, atau Tidak Layak Mengemudi.
Pengukuran alkohol dalam pernapasan
Pemeriksaan berjalan dengan tertib dan lancer. Keseluruhan yang diperiksa ada 24 supir, dengan hasil di antaranya 2 orang tidak layak mengemudi karena ditemukan amfetamin urin positif, sehingga selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Polres Kapuas.
Foto bareng petugas posko

Tenaga pemeriksa factor risiko ada 6 orang yaitu 3 orang dari Dinas Kesehatan dan 3 orang dari Puskesmas Pulau Telo. Sedangkan dari Polres adalah petugas dari Satuan Narkoba, Lantas, dan Kesehatan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)