Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Haji

Ibu Yeris (kiri) membuka acara
Pada hari Rabu, 8 Juli 2015 bertempat di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dilaksanakan rapat koordinasi pemeriksaan kesehatan haji. Rapat ini dihadiri wakil dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan kesehatan pelabuhan.

Pemeriksaan kesehatan tahap pertama di puskesmas tanggal 22-24 Juli 2015. Pemeriksaan tahap kedua di rumah sakit akan dilaksanakan sesudah jadwal manasik dari tanggal 31 Juli - 5 Agustus 2015.

Jumlah jama'ah haji Kapuas sebanyak 264 orang. Kemungkinan berangkat tanggal 9-12 September 2015.


Komentar

Postingan populer dari blog ini