The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Jama'ah usul agar langgar di Bandara Soekarno Hatta diperbesar

Shalat Subuh di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta
Setelah selesai shalat Subuh di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta pada hari Senin, 10 Agustus 2015 salah seorang jama'ah berkata bahwa seharusnya langgar ini diperbesar sehingga bisa menampung lebih banyak orang. Memang langgar di Bandara Soekarno Hatta tersebar di semua Gate. Untuk langgar yang kami tempati ini hanya bisa menampung 12 orang saja sekali shalat. Jadi setelah shalat, jama'ah langsung keluar untuk memberi giliran kepada jama'ah shalat berikutnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas