Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Persiapan Idul Qurban 2015

Pada hari Rabu, 12 Agustus 2015 bertempat di sekretariat Peringatan Hari Besar Islam, Jl. Melati, Kuala Kapuas dilaksanakan rapat persiapan Qurban. Ketua PHBI Kabupaten Kapuas menyampaikan bahwa tahun ini insya Allah ada 88 sapi yang akan didistribusikan. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, 101 ekor.

Sapi-sapi ini akan didistribusikan ke masjid, langgar, majelis ta'lim dan kelompok masyarakat lainnya. Masyarakat yang berminat dapat mengajukan permohonan kepada PHBI melalui KUA dan diketahui oleh pejabat setempat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)