Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Belajar Islam melalui Islamic Online University

Logo Islamic Online University
Pada tahun 2007 yang lalu Islamic Online University memulai Bachelor of Arts in Islamic Studies (BAIS) secara gratis. Kuliahnya dilengkapi dengan rekaman suara, video dan buku yang referensi berupa buku elektronik.

Dengan berjalannya waktu, fasilitas yang dimiliki oleh universitas ini makin lengkap. Mereka sudah bisa melakukan kuliah secara langsung dengan menggunakan WizIQ. Para mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kuliah online tersebut. Namun sayangnya kuliah-kuliah tersebut diselenggarakan pada malam hari waktu Qatar yang selisihnya empat jam dengan Indonesia.

Para mahasiswa mendapatkan fasilitas email gratis dari Microsoft dan bisa mendapatkan simpanan di OneDrive sebanyak 1 GB. Selain itu setiap mahasiswa juga mendapatkan keringanan sebanyak 50% untuk mengakses Dar-us-Salam Islamic eBook Library.

Untuk mata pelajaran Tajwid, dosennya menyediakan beberapa alokasi waktu bagi mahasiswa untuk mengecek bacaan mereka melalui WizIQ.

Peminat dari Indonesia sangat minim mengingat bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Untuk ujian pun mereka memberikan beberapa alternatif di Indonesia. Untuk yang tidak punya tempat ujian, bisa mengusulkan masjid, sekolah Islam atan kampus Islam sebagai tempat ujian. Lagi-lagi kendalanya untuk daerah kita adalah kecepatan internet. Karena ujian akan dilaksanakan melalui internet.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)