The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Itah Hampahari - Video dan Lirik Lagu


Sapuna uras itah tuh sama
Taharep Tuhan ije kuasa
Bapangkat tuntang uluh je randah
Je tatau tuntang je belum susah

Sapuna itah tuh hampahari
Awite patut belum ka buah
Kakare suku tuntang agama
Dia menjadi itah tuh habeda

Tapi mbuhen je menjadi hong kalunen tuh
Kla hikajama kasuat kapaut kabantah
Sampai je purun hapatei mampalepah umur
Angat pahari jatun haliai

O...paharingku samandiai
Keleh tuh bingat tuntang barendeng
Nganan kapaut yoh kabantah
Awi itah tuh je hampa hari samandiai


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas