BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Akidah Syi'ah Tentang Orisinalitas Al Qur'an


Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Banyak orang yang tertarik pada Syi'ah karena:
  • Tidak banyak orang yang mengetahui kesesatan Syi'ah
  • Tidak banyak orang Islam yang mengetahui akidah Islam yang benar

Setiap Jum'at sore ada kajian akidah di Masjid Ar-Rahman. Selain belajar akidah, kita juga perlu tahu berbagai aliran yang menyimpang. Dulu waktu kuliah ada mata kuliah aliran-aliran sesat / menyimpang.

Materi diambil dari Buku Panduan MUI: Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia dan Majalah Al Furqon -  Tikaman Syi'ah Terhadap Agama Islam; An-Najah – Indonesia diambang revolusi Syi'ah.

3 tema yang dijelaskan:
  • Tentang Qur'an
  • Tentang Sahabat
  • Tentang Wilayah

Perkembangan kelompok Syi'ah di Indonesia dan metode penyebarannya.
3 generasi :

Generasi pertama, sebelum meletus revolusi Iran tahun 1979, Syi'ah sudah ada di Indonesia, baik Imamiyah, Zaidiyah maupun Isma'iliyah. Mereka menyimpan keyakinan itu untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga yang sangat terbatas.

Generasi kedua, didominasi oleh kalangan intelektual, kebanyakan berasal dari perguruan tinggi. Tertarik pada Syi'ah, sebagai alternative pemikiran Islam. Mereka lebih tertarik kepada pemikiran Syi'ah daripada ritus-ritus fiqihnya.

Generasi ketiga, kelompok ini mulai mempelajari fikih Syi'ah, terutama oleh lulusan Qum di Iran. Bukan lagi sekedar pemikiran, mereka cenderung berkonflik dengan kelompok lain; bersemangat misionaris yang tinggi dalam menyebarkan ajaran; dimensi intelektual sangat rendah, karena sibuk pada fikih.

Skema gerakan politik Syi'ah Indonesia
  • Visi: negara Islam Syi'ah Indonesia.
  • Gerakan pendidikan: mendirikan lembaga pendidikan dan kursus.
  • Gerakan kultural keagamaan: mendirikan majelis ta'lim, dll.

Dalam majalah An-Najah ada Mimpi Negara Syi'ah Indonesia.

Menurut seorang ulama Syi'ah: al-Mufid dalam kitab Awail al-Muqalat; menyatakan bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini tidak orisinil. Al-Qur'an sekarang sudah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan.

Semua imam Syi'ah menyatakan adanya tahrif (perubahan) Al-Qur'an kecuali pendapat: Murtadha, al-Shaduq dan al-Thabarsi yang berpendapat bahwa tidak ada tahrif.

Menurut orang Syi'ah, Jibril menyampaikan Qur'an kepada Rasulullah. Rasulullah menyampaikan tafsirnya kepada Ali.

Menurut para ahli hadits Syi'ah, Qur'an sekarang tidak ada yang benar. Mereka memiliki Mushaf Fathimah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)