Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Perpisahan dengan 3 orang spesialis

dr. Bondan, SpAn, dr. Amanda, SpA dan dr. Dhanny (nomor 5, 7 dan 8 dari kiri)
Pada hari Rabu, 23 Desember 2015 bertempat di Restoran Sawah Buli Lewu diadakan kegiatan perpisahan dengan dr. Dhanny, SpOG, dr. Amanda, SpA dan dr. Bondan, SpAn. Mereka bertiga tidak memperpanjang kontrak di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak manajemen rumah sakit, staf di poliklinik dan ruangan dimana para dokter tersebut bertugas. Dengan kepergian para spesialis ini, tahun depan rumah sakit kembali tidak memiliki dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta anestesi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"