Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Seminar HIVAIDS Pertama di Kabupaten Kapuas

dr. Tri Setyautami, MPHM sedang menyampaikan materi
Pada hari Selasa 1 Desember 2015 dilaksanakan Seminar HIV AIDS di Gedung Wanita Lawang Kameloh, Kuala Kapuas yang diselengarakan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kapuas, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kapuas. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu ke-87 HUT ke-16 Dharma Wanita Persatuan dan Hari AIDS seDunia yang diperingati tiap 1 Desember. 

Seminar yang bertema "Mari Cegah dan Tanggulangi HIV/AIDS di Lingkungan Kita" ini merupakan pengejawantahan dari tema besar peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2015 yaitu "Saatnya Semua Bertindak, Perilaku Sehat Awal Pencegahan HIV/AIDS". 

Seminar ini dihadiri oleh 230 peserta yang keseluruhannya adalah kaum perempuan yakni dari Bhayangkari, Persit Candrakiran, Dharma Wanita, PKK, Muslimat NU, Aisiyah, Ikatan Bidan Indonesia dan organisasi wanita lainnya. 

Pemateri yaitu Dra Hj. Nor Afiati Muhajirin, MPd selaku Ketua GOW Kabupaten Kapuas, yang menyampaikan materi "Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan HIV AIDS", dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan yang menyampaikan materi "Mari Kenali HIV/AIDS".

Peserta sangat antusias dan mengajukan banyak pertanyaan. Bahkan ada yang menginginkan agar tes HIV bisa dilakukan massal seperti tes deteksi dini kanker IVA, ada yang bersedia menjadi pendamping / konselor bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang merasa terpuruk.

Video kesaksian ODHA Ny. Yurike Ferdinandus di acara Mata Najwa membuka mata para peserta bahwa kaum ibu (IRT) pun beresiko tertular HIV, dan menyadarkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap ODHA. 

Seminar ini adalah seminar pertama tentang sosialisasi Pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Kapuas.  Peserta bersemangat mengikuti paparan, dan untuk setiap penanya disediakan hadiah kaos  menarik dari KPA Kapuas. Di akhir acara diadakan kuis dengan hadiah-hadiah menarik.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)