Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga

Gambar
  Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan. Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan. Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri. Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarb...

Seminar HIVAIDS Pertama di Kabupaten Kapuas

dr. Tri Setyautami, MPHM sedang menyampaikan materi
Pada hari Selasa 1 Desember 2015 dilaksanakan Seminar HIV AIDS di Gedung Wanita Lawang Kameloh, Kuala Kapuas yang diselengarakan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kapuas, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kapuas. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu ke-87 HUT ke-16 Dharma Wanita Persatuan dan Hari AIDS seDunia yang diperingati tiap 1 Desember. 

Seminar yang bertema "Mari Cegah dan Tanggulangi HIV/AIDS di Lingkungan Kita" ini merupakan pengejawantahan dari tema besar peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2015 yaitu "Saatnya Semua Bertindak, Perilaku Sehat Awal Pencegahan HIV/AIDS". 

Seminar ini dihadiri oleh 230 peserta yang keseluruhannya adalah kaum perempuan yakni dari Bhayangkari, Persit Candrakiran, Dharma Wanita, PKK, Muslimat NU, Aisiyah, Ikatan Bidan Indonesia dan organisasi wanita lainnya. 

Pemateri yaitu Dra Hj. Nor Afiati Muhajirin, MPd selaku Ketua GOW Kabupaten Kapuas, yang menyampaikan materi "Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan HIV AIDS", dan dr. Tri Setyautami, MPHM dari Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesehatan yang menyampaikan materi "Mari Kenali HIV/AIDS".

Peserta sangat antusias dan mengajukan banyak pertanyaan. Bahkan ada yang menginginkan agar tes HIV bisa dilakukan massal seperti tes deteksi dini kanker IVA, ada yang bersedia menjadi pendamping / konselor bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang merasa terpuruk.

Video kesaksian ODHA Ny. Yurike Ferdinandus di acara Mata Najwa membuka mata para peserta bahwa kaum ibu (IRT) pun beresiko tertular HIV, dan menyadarkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap ODHA. 

Seminar ini adalah seminar pertama tentang sosialisasi Pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Kapuas.  Peserta bersemangat mengikuti paparan, dan untuk setiap penanya disediakan hadiah kaos  menarik dari KPA Kapuas. Di akhir acara diadakan kuis dengan hadiah-hadiah menarik.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas