Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Siswa yang ber-Imtaq dan ber-Iptek sebagai generasi penerus

Pada hari Kamis, 17 Desember 2015 bertempat di SMPN 3 Selat dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Generasi Muda Islam yang ber-Imtaq dan ber-Iptek Untuk Melanjutkan Estafet Kepemimpinan Negeri". Ceramah Maulid difokuskan pada kajian surat Ali Imran, 3: 190-191 yang membahas tentang Ulul Albab, yaitu orang-orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Mereka senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi. Mereka adalah orang-orang yang mengakui bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Mereka berdo'a kepada Allah SWT agar diselamatkan dari api neraka.

Kegiatan diawali dan diakhiri dengan pembacaan syair Maulid Habsyi yang dibawakan oleh siswa-siswi SMPN 3 Selat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)