The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Dokter Internsip Mulai Bertugas di Puskesmas Selat

Foto bersama pendamping dr. Agus Waluyo (tengah)
Pada hari Senin, 22 Februari 2016, dokter internsip yang ditempatkan di Kabupaten Kapuas sebanyak enam orang sudah mulai bekerja di Puskesmas Selat. Pendamping mereka di Puskesmas Selat adalah dr. Agus Waluyo. Para dokter internsip ini akan mendapatkan pengalaman di dalam dan diluar gedung seperti di Poliklinik Umum, Poliklinik Anak, Posyandu dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas