Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Geber PSN Puskesmas Melati

Foto bersama Pak Camat Selat, Abdul Hamid
Puskesmas Melati berkomitmen bersama lintas sektor untuk melakukan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (Geber PSN). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah Puskesmas Melati.

Kali ini pada hari Jum'at, 26 Februari 2016 Geber PSN dipusatkan di Kelurahan Selat Utara RT 09 yang dipimpin langsung oleh Pak Camat Selat, Abdul Hamid beserta jajarannya. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Polsek Selat dan Koramil 1011-04. Lurah Selat Utara, Bapak Hardie telah menggerakkan warganya untuk melaksanakan Geber PSN di sekitar rumahnya masing-masing.

"AYO KITA PERANGI DEMAM BERDARAH DENGAN GEBER PSN"
Membersihkan lingkungan
Membersihkan lingkungan
Sumber: dr. Tonun Irawaty

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"