Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pemandu Lokal Kapuas


Pada bulan Desember 2015 yang lalu masih belum ada komunitas Pemandu Lokal di Indonesia. Saat ini sudah ada dua komunitas yaitu di Bali dan di Sidoarjo. Saat ini di Kapuas juga sudah dibentuk komunitas Pemandu Lokal Kapuas, namun belum ada anggotanya. Upaya promosi Kapuas melalui Google Maps pernah disampaikan kepada jajaran pemerintah daerah dan di apresiasi serta dijanjikan akan dihubungkan dengan pihak-pihak terkait.

Dari pemantauan yang dilakukan oleh Informasi Kapuas terhadap akun-akun Google Plus yang dimiliki oleh warga Kapuas, umumnya mereka cuma memposting beberapa kali, setelah itu mereka meninggalkannya. Nampaknya sampai sekarang media sosial yang masih menjadi primadona bagi warga Kapuas adalah Facebook.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"