Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

PT. Graha Inti Jaya selenggarakan donor darah massal

Donor darah di kantor PT. Graha Inti Jaya (Courtesy of Sri Handayani)
Pada hari Rabu, 3 Februari 2016, PT. Graha Inti Jaya, salah satu Perusahaan Besar Sawit yang ada di Kabupaten Kapuas menyelenggarakan donor darah massal. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kapuas dan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. PMI membantu penyediaan tempat tidur (meminjam dari BNPB Kapuas), sedangkan pihak UTD menyiapkan peralatan untuk donor darah dan servis donor. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di tiga lokasi yaitu di Kantor PT. Graha Inti Jaya dan pabrik yang ada di Desa Manusup serta di Lamunti. Semoga kegiatan yang direncanakan rutin setiap tiga bulan ini dapat berjalan dengan lancar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)