Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Geber PSN di Desa Pulau Telo sepi partisipan

Ban-ban bekas dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab demam berdarah
Pada tanggal 26 Pebruari 2016 Puskesmas Pulau Telo mengadakan GEBER PSN di Jalan Durian, Desa Pulau Telo. Pemberitahuan tertulis dan ajakan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan  ini sudah disampaikan ke lintas sektor terkait sebelumnya. Namun saat hari H, hanya dihadiri oleh staf Puskesmas Pulau Telo dan Dinas Kesehatan saja.

Sampah disamping rumah
Pada tahun 2016 ini di wilayah kerja Puskesmas Pulau Telo ada peningkatan jumlah kasus DBD, bahkan pernah terjadi kematian. Seluruh kasus sudah dilakukan penanggulangan yaitu edukasi, penyelidikan epidemiologi, dan fogging focus.

Sampah disamping rumah
Saat GEBER PSN tersebut, terlihat sampah masih ada di sana sini, ban-ban bekas, gelas plastik dan botol plastik bekas. Selain hanya dihadiri oleh petugas sektor kesehatan saja, warga setempat pun hanya diam dan meonton saja saat para petugas turun memberi contoh membersihkan lingkungan.

Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan
Jika seperti ini terus ,   tidak heran jika kasus DBD terus meningkat. Jadi, jika kasus DBD meningkat, ini antara lain akibat dari kelalaian kita sendiri, malas bersih-bersih lingkungan.

Warga membersihkan lingkungan
Dari obrolan ringan dengan warga sekitar, dapat disimpulkan bahwa umumnya masyarakat masih berpikir bahwa fogging adalah senjata utama melawan DBD. Jika pola berpikir seperti ini terus, enggan melakukan GEBER PSN dan satu rumah satu jumantik, kondisi lingkungan masih kotor dan banyak jentik, sampai kapan DBD akan bisa dikendalikan ?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas