Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Imunisasi Polio di Sekolah Hari Minggu

Membujuk salah satu balita di SHM Kamiar

Bersama anak-anak SHM Kamiar Nusa Indah, guru SHM dan orang tua

Pelayanan PIN Polio di SHM Kapakat,Tambun Bungai
PIN Polio 2016 hari ke-6 di wilayah Puskesmas Melati, kali ini yang menjadi sasaran adalah anak-anak SHM (Sekolah Hari Minggu) yang berumur 0-59 bulan. Terimakasih kepada pihak gereja terutama guru SHM nya yang telah memberikan ijin kepada petugas untuk melaksanakan PIN Polio 2016 di sela-sela kegiatan rohaninya. Semoga upaya ini dapat membebaskan semua bayi balita di Kapuas dari penyakit Polio. Yang belum mendapatkan PIN Polio ayo...jangan ketinggalan, masih ada waktu sampai tanggal 15 Maret 2016.

"Sukseskan PIN Polio 2016, sayangi anak-anak Anda"


Penulis: dr. Tonun Irawaty


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"