Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional Polio Kabupaten Kapuas 2016

Sambutan Bupati Kapuas saat pencanangan PIN Polio 2016 (Courtesy of dr. Tonun Irawaty)

Seluruh petugas dan kader yang terlibat di Pos PIN Polio Posyandu Permata Bunda, selesai pencanangan (Courtesy of dr. Tonun Irawaty)

Pak Yunus, pemantau independen dari WHO sedang mewawancarai kader Posyandu Bunga  di Jalan Tendean saat pelaksanaan PIN tanggal 8 Maret 2016
Suasana Pos PIN Polio di Posyandu Bunga di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas
Selasa 8 Maret 2016 dicanangkan PIN polio di Kab Kapuas oleh Bupati Kapuas, bertempat di Posyandu Permata Bunda Jl Cilik Riwut no 10 Kelurahan Selat Hulu. Acara dihadiri oleh unsur forkompida, ketua DPRD, ketua TP PKK, para kepala SKPD, Camat dan seluruh tokoh serta masyarakat. Warga sangat antusias, hingga lebih dari 370 anak ditetes vaksin di POS PIN tersebut.

Pos PIN Polio di Posyandu Mawar termasuk wilayah kerja Puskesmas Selat, yang buka pada sore hari sejak jam 15.00 WIB.

dr. Agus Waluyo (kanan) di Pos PIN Polio Posyandu Mawar
Dokter Agus Waluyo dari Puskesmas Selat melaporkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Selat untuk pendataan dan promosi Pos PIN dilakukan hingga door to door. Namun ternyata masih ada saja warga yang malas membawa anaknya ke Pos PIN dengan berbagai alasan.

Demikian juga dengan penuturan salah satu juru imunisasi (jurim) dari puskesmas lainnya. Jurim ini menyampaikan ada saja warga yang tidak membawa anaknya ke Pos PIN yang sangat dekat dengan rumahnya. Alasannya ada yang karena anaknya tidak mau, atau lebih suka menunggu petugas mendatangi rumahnya (sweeping) meskipun lokasi Pos PIN kurang dari 100 meter dari rumahnya.

Perlu upaya seluruh masyarakat untuk melakukan mobilisasi sosial, tidak hanya tanggung jawab petugas kesehatan saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)