Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

dr. Esis (PPDS Radiologi) dan dr. Riyan (PPDS Anestesi) bantu rumah sakit Kapuas

Pada hari Rabu, 6 April 2016 malam, dr. Esis dan dr. Riyan dari Universitas Diponegoro, Semarang sampai di Kuala Kapuas. Mereka berdua adalan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis. Selama 6 bulan mendatang (April - Oktober 2016) mereka akan bertugas di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Daerah asal pengiriman dr. Esis adalah dari Tegal, Jawa Tengah. Sedangkan dr. Riyan dari Barabai, Kalimantan Selatan. Setelah selesai pendidikan, mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Saat ini mereka mengabdi di Kapuas. dr. Esis akan membantu di Instalasi Radiologi dan dr. Riyan akan membantu di Instalasi Anestesi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"