Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Gladi bersih pelantikan pengurus PMI Kabupaten Kapuas

Latihan pembacaan 7 prinsip palang merah dan bulan sabit merah
Pada hari Sabtu, 2 April 2016 bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Panunjung Tarung, dilaksanakan kegiatan gladi bersih pelantikan pengurus PMI Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota PMR dari SMA Negeri 1 Kuala Kapuas dan SMA Negeri 2 Kuala Kapuas. Untuk pembacaan 7 prinsip Pelang Merah dan Bulan Sabit Merah serta praktek pertolongan pertama diserahkan pada PMR SMAN 1 Kuala Kapuas. Sedangkan untuk paduan suara diserahkan pada anggota PMR SMAN 2 Kuala Kapuas.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"