Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lomba Masak dalam rangka HUT Yayasan Islam Al-Amin Kapuas ke-20

Peserta lomba berfoto bersama ketua yayasan
Peserta lomba berfoto bersama ketua yayasan
Penyerahan piagam kepada peserta lomba
Karya peserta lomba masak
Pak guru juga cekatan dalam memasak
Karya ibu-ibu guru
Pada hari Sabtu, 9 April 2016 bertempat di SDIT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan Lomba Masak dalam rangka HUT Yayasan Islam Al-Amin Kapuas ke-20. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan pengurus yayasan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing mempersiapkan masakannya dengan persyaratan tertentu. Bagi para juara diberikan piagam dan bingkisan dari yayasan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"