Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

PLN 123 - ditanya malah bertanya

Bulan saat mati lampu
Itu kesan yang muncul setelah berkali-kali menelpon 123 ketika listrik padam. Nampak sekali bahwa sistem di PLN masih belum online untuk data pemadaman. Sangat berbeda rasanya ketika kantor PLN setempat masih bisa diakses.

Ketika kita menelpon 123 mereka akan menanyakan dimana pemadaman listrik terjadi. Kemudian mereka akan mengecek database mereka. Kalau tidak ada di database mereka justru balik bertanya dimana pemadaman terjadi sedetil-detilnya kemudian meminta pelanggan umtuk mencatat nomor pengaduan. Padahal seringkali setelah itu tidak ada tindak lanjut, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh PLN setempat karena biasanya masalahnya adalah di pembangkit tenaga listrik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas