Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

PLN 123 - ditanya malah bertanya

Bulan saat mati lampu
Itu kesan yang muncul setelah berkali-kali menelpon 123 ketika listrik padam. Nampak sekali bahwa sistem di PLN masih belum online untuk data pemadaman. Sangat berbeda rasanya ketika kantor PLN setempat masih bisa diakses.

Ketika kita menelpon 123 mereka akan menanyakan dimana pemadaman listrik terjadi. Kemudian mereka akan mengecek database mereka. Kalau tidak ada di database mereka justru balik bertanya dimana pemadaman terjadi sedetil-detilnya kemudian meminta pelanggan umtuk mencatat nomor pengaduan. Padahal seringkali setelah itu tidak ada tindak lanjut, karena memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh PLN setempat karena biasanya masalahnya adalah di pembangkit tenaga listrik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)