Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rapat koordinasi pemeriksaan kesehatan jemaah haji

Peserta rapat koordinasi pemeriksaan kesehatan jemaah haji
Pada hari Rabu, 27 April 2016 bertempat di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi pemeriksaan kesehatan jemaah haji. Rapat ini dihadiri oleh para pimpinan puskesmas yang memiliki jemaah haji, perwakilan rumah sakit, petugas dari kementerian agama, petugas dari kesehatan pelabuhan dan kabid serta staf dinas kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan jemaah haji merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. Sayangnya permenkes ini bertentangan dengan peraturan menteri agama yang tidak mewajibkan pemeriksaan tahap pertama karena lamanya waktu tunggu.

Pihak kementerian agama menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah jemaah haji tahun 2016 adalah sebanyak 237 orang. Keberangkatan jemaah haji kloter pertama dari Kapuas akan berangkat pada tanggal 8 Agustus 2016, sedangkan kloter kedua akan berangkat tanggal 22 Agustus 2016. Saat ini waktu tunggu untuk berangkat haji dari Kabupaten Kapuas adalah 23 tahun. 

Untuk pengendalian penyakit tidak menular (hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronik dan asma) pada jemaah haji, puskesmas disarankan memanfaatkan pos pembinaan terpadu (Posbindu).

Rapat ini menyepakati bahwa pemeriksaan kesehatan jemaah haji tahap kedua dilaksanakan di Puskesmas Selat, Puskesmas Melati dan Puskesmas Pulau Telo. Bila ada rujukan dikirim ke rumah sakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"