Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Sudah ada 227 orang yang mau donor darah

Menurut rekapitulasi daftar pendonor yang disampaikan oleh staf PMI Kabupaten Kapuas, Sri Handayani, jumlah pendonor darah yang sudah terdaftar sampai tanggal 2 April 2016 adalah sebanyak 227 orang. Jumlah ini masih jauh dari target, tapi sudah melebihi kemampuan UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo untuk menampungnya. Itulah sebabnya dalam kegiatan donor darah kali ini, pihak UTD dibantu oleh Unit Donor Darah PMI Kota Palangka Raya, lengkap dengan mobil unit donor darahnya.

Insya Allah kegiatan donor darah akan dilaksanakan pada hari Minggu, 3 April 2016 di Gelanggang Olahraga Panunjung Tarung mulai pukul 06.00 - selesai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)