Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

PMI Kapuas gunakan dana iklan Google AdWords sebesar 28 juta rupiah

PMI Kabupaten Kapuas mendapatkan hibah dari Google untuk Lembaga Non Profit melalui TechSoup Asia. Salah satu hibahnya adalah PMI mendapatkan jatah iklan sebesar $329 (sekitar Rp 4.227.000) per hari. Untuk bulan April ini PMI Kabupaten Kapuas baru bisa menghabiskan dana iklan sebesar $2.229 (sekitar Rp 28.977.000), jadi baru sekitar seperlima dari dana yang disediakan.

Semua upaya optimalisasi AdWords sudah dilakukan, namun masalah utamanya adalah kurangnya artikel baru yang dimuat dalam situs www.pmikapuas.org sehingga masih sedikit yang berkunjung. Dana iklan yang besar tersebut sebenarnya disediakan agar lembaga non profit bisa menggalang dana dari masyarakat untuk membiayai kegiatan mereka.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas