The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

PMI Kapuas gunakan dana iklan Google AdWords sebesar 28 juta rupiah

PMI Kabupaten Kapuas mendapatkan hibah dari Google untuk Lembaga Non Profit melalui TechSoup Asia. Salah satu hibahnya adalah PMI mendapatkan jatah iklan sebesar $329 (sekitar Rp 4.227.000) per hari. Untuk bulan April ini PMI Kabupaten Kapuas baru bisa menghabiskan dana iklan sebesar $2.229 (sekitar Rp 28.977.000), jadi baru sekitar seperlima dari dana yang disediakan.

Semua upaya optimalisasi AdWords sudah dilakukan, namun masalah utamanya adalah kurangnya artikel baru yang dimuat dalam situs www.pmikapuas.org sehingga masih sedikit yang berkunjung. Dana iklan yang besar tersebut sebenarnya disediakan agar lembaga non profit bisa menggalang dana dari masyarakat untuk membiayai kegiatan mereka.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas