Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Yasinan Malam Jum'at

Suasana Yasinan di langgar Al-Inayah
Pada hari Kamis, 26 Mei 2016 bertempat di Langgar Al-Inayah diselenggarakan kegiatan Yasinan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap malam Jum'at. Kegiatan ini dilaksanakan setelah selesai shalat sunnat ba'da Maghrib. Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Fatihah, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, Surat Al-Waqi'ah, Surat Al-Mulk, Shalawat, Tahlilan dan diakhiri dengan do'a. Setelah itu peserta Yasinan akan menikmati wadai (kue) dan teh manis atau air putih. 

Sambil menikmati hidangan, peserta Yasinan akan berbincang tentang berbagai topik sekitar kehidupan di lingkungan sekitar langgar. Tak lama kemudian adzan Isya dikumandangkan, seluruh peserta Yasinan kembali bersiap-siap untuk shalat Isya berjama'ah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas