The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin

Instalasi Rawat Jalan
Pada hari Jum'at, 17 Juni 2016, admin berkesempatan untuk mengantarkan istri berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin. Kami datang ke rumah sakit tersebut sekitar pukul 07.30 WITA.
Loket pendaftaran pasien baru
Ketika masuk ke Instalasi Rawat Jalan, istri langsung mendaftar ke loket yang ada di bagian kanan dari pintu masuk. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kartu pasien yang mirip dengan kartu ATM sudah selesai. Kemudian diminta ke loket BPJS Kesehatan yang tidak jauh dari tempat pendaftaran tersebut.
Loket BPJS Kesehatan
Tidak lama menunggu di loket BPJS Kesehatan, sudah dipanggil. Kemudian diminta untuk periksa tekanan darah di dekat loket pendaftaran tadi.
Periksa tekanan darah otomatis
 Setelah menunggu sebentar, kemudian istri diperiksa tekanan darahnya dengan alat pemeriksa tekanan darah otomatis. Dari alat tersebut keluar hasil cetak yang menunjukkan tekanan darah pasien.
Menunggu di depan poliklinik
 Setelah itu kami antri di depan poliklinik yang dituju yang lokasinya tidak jauh dari loket BPJS Kesehatan dan loket pendaftaran tadi. Petugas menerangan bahwa kami cukup menunggu saja, nanti namanya akan dipanggil ketika "status pasien" sudah diantar.
Wawancara singkat oleh perawat poliklinik
Tak lama kemudian, nama istri saya dipanggil oleh perawat. Kemudian dilakukan wawancara singkat tentang keluhan penyakitnya. Setelah itu kami diminta untuk menunggu panggilan untuk diperiksa oleh dokter.
Mushola Al-Anshar
Setelah menunggu giliran, akhirnya nama istri dipanggil masuk ke poliklinik untuk diperiksa oleh dokter. Setelah diperiksa oleh dokter, langsung dikasih resep untuk diambil di apotek rumah sakit.
Apotek rumah sakit
Kami berjalan menuju apotek yang terletak di bagian belakang rumah sakit. Dalam waktu kurang dari lima menit, nama istri sudah dipanggil. Kemudian dijelaskan bahwa ada obat yang tidak tersedia di rumah sakit. Disarankan untuk dibeli di apotek yang ada di depan rumah sakit.

Jadi mulai dari datang sampai mendapatkan obat, kami dilayani dalam waktu kurang dari dua jam. Waktu yang sangat efisien untuk pelayanan sebuah rumah sakit kelas B.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas