Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin

Instalasi Rawat Jalan
Pada hari Jum'at, 17 Juni 2016, admin berkesempatan untuk mengantarkan istri berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin. Kami datang ke rumah sakit tersebut sekitar pukul 07.30 WITA.
Loket pendaftaran pasien baru
Ketika masuk ke Instalasi Rawat Jalan, istri langsung mendaftar ke loket yang ada di bagian kanan dari pintu masuk. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kartu pasien yang mirip dengan kartu ATM sudah selesai. Kemudian diminta ke loket BPJS Kesehatan yang tidak jauh dari tempat pendaftaran tersebut.
Loket BPJS Kesehatan
Tidak lama menunggu di loket BPJS Kesehatan, sudah dipanggil. Kemudian diminta untuk periksa tekanan darah di dekat loket pendaftaran tadi.
Periksa tekanan darah otomatis
 Setelah menunggu sebentar, kemudian istri diperiksa tekanan darahnya dengan alat pemeriksa tekanan darah otomatis. Dari alat tersebut keluar hasil cetak yang menunjukkan tekanan darah pasien.
Menunggu di depan poliklinik
 Setelah itu kami antri di depan poliklinik yang dituju yang lokasinya tidak jauh dari loket BPJS Kesehatan dan loket pendaftaran tadi. Petugas menerangan bahwa kami cukup menunggu saja, nanti namanya akan dipanggil ketika "status pasien" sudah diantar.
Wawancara singkat oleh perawat poliklinik
Tak lama kemudian, nama istri saya dipanggil oleh perawat. Kemudian dilakukan wawancara singkat tentang keluhan penyakitnya. Setelah itu kami diminta untuk menunggu panggilan untuk diperiksa oleh dokter.
Mushola Al-Anshar
Setelah menunggu giliran, akhirnya nama istri dipanggil masuk ke poliklinik untuk diperiksa oleh dokter. Setelah diperiksa oleh dokter, langsung dikasih resep untuk diambil di apotek rumah sakit.
Apotek rumah sakit
Kami berjalan menuju apotek yang terletak di bagian belakang rumah sakit. Dalam waktu kurang dari lima menit, nama istri sudah dipanggil. Kemudian dijelaskan bahwa ada obat yang tidak tersedia di rumah sakit. Disarankan untuk dibeli di apotek yang ada di depan rumah sakit.

Jadi mulai dari datang sampai mendapatkan obat, kami dilayani dalam waktu kurang dari dua jam. Waktu yang sangat efisien untuk pelayanan sebuah rumah sakit kelas B.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas