The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin

Instalasi Rawat Jalan
Pada hari Jum'at, 17 Juni 2016, admin berkesempatan untuk mengantarkan istri berobat ke RSUD dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin. Kami datang ke rumah sakit tersebut sekitar pukul 07.30 WITA.
Loket pendaftaran pasien baru
Ketika masuk ke Instalasi Rawat Jalan, istri langsung mendaftar ke loket yang ada di bagian kanan dari pintu masuk. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kartu pasien yang mirip dengan kartu ATM sudah selesai. Kemudian diminta ke loket BPJS Kesehatan yang tidak jauh dari tempat pendaftaran tersebut.
Loket BPJS Kesehatan
Tidak lama menunggu di loket BPJS Kesehatan, sudah dipanggil. Kemudian diminta untuk periksa tekanan darah di dekat loket pendaftaran tadi.
Periksa tekanan darah otomatis
 Setelah menunggu sebentar, kemudian istri diperiksa tekanan darahnya dengan alat pemeriksa tekanan darah otomatis. Dari alat tersebut keluar hasil cetak yang menunjukkan tekanan darah pasien.
Menunggu di depan poliklinik
 Setelah itu kami antri di depan poliklinik yang dituju yang lokasinya tidak jauh dari loket BPJS Kesehatan dan loket pendaftaran tadi. Petugas menerangan bahwa kami cukup menunggu saja, nanti namanya akan dipanggil ketika "status pasien" sudah diantar.
Wawancara singkat oleh perawat poliklinik
Tak lama kemudian, nama istri saya dipanggil oleh perawat. Kemudian dilakukan wawancara singkat tentang keluhan penyakitnya. Setelah itu kami diminta untuk menunggu panggilan untuk diperiksa oleh dokter.
Mushola Al-Anshar
Setelah menunggu giliran, akhirnya nama istri dipanggil masuk ke poliklinik untuk diperiksa oleh dokter. Setelah diperiksa oleh dokter, langsung dikasih resep untuk diambil di apotek rumah sakit.
Apotek rumah sakit
Kami berjalan menuju apotek yang terletak di bagian belakang rumah sakit. Dalam waktu kurang dari lima menit, nama istri sudah dipanggil. Kemudian dijelaskan bahwa ada obat yang tidak tersedia di rumah sakit. Disarankan untuk dibeli di apotek yang ada di depan rumah sakit.

Jadi mulai dari datang sampai mendapatkan obat, kami dilayani dalam waktu kurang dari dua jam. Waktu yang sangat efisien untuk pelayanan sebuah rumah sakit kelas B.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas