Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Keindahan ada disekeliling kita


Daun keladi
Ketika Allah mengatakan " Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. ..." (Q.S. Fussilat, 41: 53) maka setiap apapun yang kita lihat disekeliling kita adalah "ayat-ayat" Allah.
Tunas sebuah pohon
Ketika semua yang kita lihat adalah "ayat-ayat" Allah maka ketika kita melihatnya, maka kita akan merasa bahwa dibalik semua ini ada sebuah penciptaan yang luar biasa.
Bunga pohon sirsak
Setiap ciptaan Allah adalah entitas yang unik. Masing-masing memiliki desain yang luar biasa. Manusia banyak belajar dari desain yang Allah buat.
Bunga di pinggir jalan
Karena setiap ciptaan adalah unik, maka setiap kita melihatnya, hal tersebut akan membuat kita bisa memuji kebesaran Allah.
Bunga Mengkudu
Bila setiap makhluk selain manusia, senantiasa bertasbih kepada Allah, maka kita pun dengan melihat mereka, hendaknya tersadarkan untuk juga bertasbih kepada Allah.
Bunga di pinggir jalan
Setelah menyadari semua itu maka tidak sulit bagi kita untuk menikmati keindahan ciptaan Allah.
Bunga di pinggir jalan
Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal kalau hanya ingin sekedar memuji keindahan ciptaan Allah.
Bunga di pinggir jalan
Cukup dengan menengok di sekeliling kita, maka kita akan melihat keindahan ciptaan Allah.
Bunga di pinggir jalan
Foto-foto diatas diambil mulai dari perjalanan sepulang dari langgar ke rumah yang jaraknya sekitar 200 meter.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)