Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Komunikasi dalam Qur'an

Peserta silaturahmi KAHMI dan HMI
Pada hari Jum'at, 3 Juni 2016 bertempat di rumah jabatan Wakil Bupati Kapuas dilaksanakan kegiatan silaturahmi KAHMI dan HMI. Kegiatan ini diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Bapak Radiansyah. Beliau menyampaikan materi komunikasi. Komunikasi yang baik akan memberi dampak baik kepada semua pihak.

Dalam surat Ar-Rahman ayat 4 : 'allamahul bayan, mengajarkan komunikasi. Menurut Jalaludin Rahmat, ada 6 macam prinsip komunikasi dalam Qur'an. Dengan menguasai komunikasi, dia bisa menguasai dunia.
Qaulan sadiida (perkataan yang benar) QS An-Nisa, 4:9; 33:70
Bila ada kebohongan dalam ucapan maka bisa timbul masalah.
Indikator benar: sesuai data dan fakta.
Qaulan baligha (perkataan yang berbekas pada jiwa) - berkesan, mengena dihati. Buku - Dakwah Menyentuh Kalbu - Hasan Al Banna.
Qaulan maisuura (perkataan yang pantas). Jangan mengucapkan kata-kata yang tidak menyebabkan sakit hati.
Qaulan layyinan (perkataan yang lembut). 20:44. Orang yang kata-katanya kasar akan dijauhi orang. Ucapan yang lembut dapat menarik perhatian orang.
Qaulan karima (perkataan yang mulia). 17:23. Tidak boleh mengucapkan "ah" kepada orang tua. Perkataan yang mulia bisa menempatkan orang pada tempatnya. Rasulullah melarang menghormati melebihi proporsi.
Qaulan ma'rufan (perkataan yang baik). Bahasa yang bisa diterima oleh orang yang mendengar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)