Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Pentingnya melihat dunia luar

Bapak Bison (kiri) sedang menyampaikan hasil pelatihan CSSD di RS Harapan Kita
Ide ini disampaikan oleh Bapak Dusi, SKM, MMRS, kepala bidang Kesekretariatan dan Rekam Medis RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Beliau mengatakan bahwa bila kita mendapatkan kesempatan untuk belajar di rumah sakit yang lebih baik dari rumah sakit kita, maka kita bisa mencontoh apa yang sudah mereka lakukan. Tentu saja tidak semua yang mereka lakukan bisa kita tiru, kita mencontoh apa-apa yang kita mampu lakukan. Paling tidak kata beliau, hal tersebut akan memberi wawasan kepada kita apa yang akan kita raih pada masa mendatang.

Pemikiran diatas merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Seorang Muslim saja, dalam menunaikan kewajibannya, diberi kesempatan untuk melihat dunia luar dengan menunaikan ibadah haji. Dalam ibadah tersebut dia mendapatkan kesempatan untuk melihat bahwa orang itu bermacam-macam warna kulitnya, tingkah lakunya, kebiasaannya, pemikirannya, pemahaman fikihnya. Paling tidak mereka dipaparkan dengan dunia yang berbeda dengan keseharian mereka. Mereka diajarkan untuk sabar ketika berhadapa dengan orang lain, tidak memaksakan kehendak sendiri.

Prinsip melihat dunia luar ini juga diterapkan oleh mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan. Beliau mengirim para direksi BUMN ke luar negeri untuk memberi mereka wawasan mengenai kemajuan dunia yang harus mereka kejar dan diaplikasikan di Indonesia. Ketika orang sudah melihat bagaimana majunya dunia, paling tidak dia memiliki arah, kemana pembangunan ini akan diarahkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas