Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Pentingnya melihat dunia luar

Bapak Bison (kiri) sedang menyampaikan hasil pelatihan CSSD di RS Harapan Kita
Ide ini disampaikan oleh Bapak Dusi, SKM, MMRS, kepala bidang Kesekretariatan dan Rekam Medis RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Beliau mengatakan bahwa bila kita mendapatkan kesempatan untuk belajar di rumah sakit yang lebih baik dari rumah sakit kita, maka kita bisa mencontoh apa yang sudah mereka lakukan. Tentu saja tidak semua yang mereka lakukan bisa kita tiru, kita mencontoh apa-apa yang kita mampu lakukan. Paling tidak kata beliau, hal tersebut akan memberi wawasan kepada kita apa yang akan kita raih pada masa mendatang.

Pemikiran diatas merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Seorang Muslim saja, dalam menunaikan kewajibannya, diberi kesempatan untuk melihat dunia luar dengan menunaikan ibadah haji. Dalam ibadah tersebut dia mendapatkan kesempatan untuk melihat bahwa orang itu bermacam-macam warna kulitnya, tingkah lakunya, kebiasaannya, pemikirannya, pemahaman fikihnya. Paling tidak mereka dipaparkan dengan dunia yang berbeda dengan keseharian mereka. Mereka diajarkan untuk sabar ketika berhadapa dengan orang lain, tidak memaksakan kehendak sendiri.

Prinsip melihat dunia luar ini juga diterapkan oleh mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan. Beliau mengirim para direksi BUMN ke luar negeri untuk memberi mereka wawasan mengenai kemajuan dunia yang harus mereka kejar dan diaplikasikan di Indonesia. Ketika orang sudah melihat bagaimana majunya dunia, paling tidak dia memiliki arah, kemana pembangunan ini akan diarahkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas