Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

"Bener kata abi"

Bulan Ramadhan yang lalu, seorang anak perempuan bercerita pada abi (ayah) nya tentang pengalamannya mengurus "surat izin". Dia bilang bahwa setelah mendaftar dia diminta untuk mengikuti tes dengan menggunakan alat khusus. Ketika dia menjawab pertanyaan pada alat tersebut, nilainya tidak memenuhi syarat untuk lulus. Dia diminta datang lagi minggu depan untuk mengulang tes tersebut.

Dia bilang sama abinya. "Aye pikir mengurus 'surat izin' ini gampang saja, karena aye sudah dengar dari teman-teman bahwa mengurusnya cukup sehari saja". Abinya lalu bilang, "Mungin karena sekarang sedang bulan Ramadhan, petugasnya tidak mau melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan prosedur, mungkin nanti kalau Ramadhan berakhir, 'surat izin' itu bisa diurus dalam waktu sehari."

Minggu berikutnya anak perempuan tersebut kembali mengikuti tes ulangan itu. Dan dia lulus. Berikutnya dia harus harus melakukan tes praktek. Dalam tes praktek tersebut dia tidak lulus. Dia diminta lalu untuk datang seminggu lagi.

Minggu berikutnya anak perempuan tersebut datang lagi untuk mengikuti tes praktek. Kembali dia tidak lulus, dan diminta lagi untuk datang pada minggu berikutnya. Namun karena anak perempuan tersebut "pulang kampung" dan mengurus pendaftaran kuliahnya, dia tidak sempat mengikuti tes praktek pada minggu berikutnya.

Setelah Ramadhan berakhir, pada pertengahan bulan Syawal, anak perempuan ini kembali mengurus "surat izin" tersebut. Kali ini petugasnya "menawarkan bantuan" kalau ingin cepat mengurus "surat izin" tersebut. Setelah menerima tawaran tersebut, anak perempuan tersebut mengirim SMS kepada abinya, "Bener kata abi."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas