Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Lomba Memasak Nasi Goreng

Pak Ngata'i bersama pasangannya
Pada hari Jum'at, 19 Agustus 2016 bertempat di halaman parkir rumah sakit, diselenggarakan Lomba Memasak Nasi Goreng. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh rumah sakit. Kegiatan in diikuti oleh tiga orang peserta yang berasal dari unsur bagian pengaduan, kebersihan dan keamanan.
"Pak De" bersama pasangannya
 Dalam lomba ini, para peserta diminta untuk mengenakan "daster" dan pakai bando. Mereka juga didampingi oleh para asisten yang membantu mereka mempersiapkan berbagai bahan untuk mengolah dan menyajikan masakan.
Pak Sunarto bersama pasangannya
Setelah kegiatan berakhir, hasil masakan mereka dipersembahkan kepada direktur rumah sakit.
Direktur menerima karya peserta lomba memasak nasi goreng

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)