Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pembangunan Kamar Mandi Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Pembangunan kamar mandi di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas
Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas yang terletak di Jl. Pemuda Km. 20, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah memiliki tiga lembaga pendidikan yaitu Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan (Farmasi). Dari tahun ke tahun, jumlah santri yang mondok di pesantren ini makin bertambah. Oleh karena itu diperlukan penambahan fasilitas. Fasilitas yang masih diperlukan oleh santri adalah asrama dan sarana untuk mandi dan buang air. Tahun ini, dengan dana yang diperoleh dari donatur dilaksanakanlah pembangunan kamar mandi untuk para santri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas