Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Workshop Akreditasi - Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit

Direktur (paling kiri) bersama para narasumber workshop akreditasi K3 RS
Pada hari Rabu-Kamis, 27-28 Juli 2016 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan workshop akreditasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3 RS). Kegiatan ini didanai oleh Dana Alokasi Kesehatan Non Fisik. Kegiatan ini diikuti oleh pengampu kepentingan di rumah sakit. Narasumber kegiatan ini adalah unit K3 RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta yang terdiri dari:

  • dr. Raden Roro Roosmirsa Gayatri, M.Sc
  • Agus Cahyono, S.Pd
  • Kuat Supriyadi, BE, SE, ST
Banyak rekomendasi yang disampaikan dalam workshop ini, terutama masalah infrastruktur yang ada di rumah sakit. Baik untuk memperbaiki apa yang sudah ada maupun mengadakan yang belum ada.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)