DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Konsulen Ginjal dan Hipertensi Puji Hemodialisa Kapuas

dr. Iri Kuswadi, SpPD, KGH sedang ramah tamah dengan pasien
Pada hari Rabu, 21 September 2016, Konsulen Ginjal Hipertensi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Iri Kuswadi, SpPD, KGH, melakukan visitasi ke Instalasi Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Dalam kunjungan tersebut beliau mengunjungi setiap pasien di ruang hemodialisa. Setelah itu beliau melakukan ramah tamah dengan pasien hemodialisa dan keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut beliau mengungkapkan bahwa pemberian hormon pada pasien hemodialisis di rumah sakit Kapuas sama frekuensinya dengan pemberian hormon di RSUP Sardjito, padahal rumah sakit Kapuas adalah rumah sakit tipe C, sedangkan RSUP Sardjito adalah rumah sakit tipe A.

Salah seorang pasien juga menceritakan kisahkan ketika di cuci darah di Jawa. Di rumah sakit di Jawa tersebut beliau minta agar "dialisis" yang digunakan adalah yang baru. Petugas hemodialisa di rumah sakit tersebut mengatakan bahwa kalau beliau mau yang baru, maka beliau harus bayar Rp 125.000. Beliau lalu membandingkan dengan Kapuas yang bisa memberikan "dialisis" baru secara gratis.

Kebijakan ini dipuji oleh dr. Iri, karena di tempat lain "dialisis" yang digunakan bisa dicuci kembali sampai beberapa kali. Berbagai keunggulan ini membuat pasien-pasien hemodialisis di rumah sakit Kapuas, umumnya memiliki Hb yang cukup tinggi, rata-rata diatas 10 mg/dL. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)