DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Atasnya lapangan bulu tangkis, bawahnya IPAL

Lapangan bulu tangkis / volley ball yang bawahnya IPAL
Sejak lama Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mensosialisasikan penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada masyarakat, namun masih sedikit masyarakat yang menyambut baik ajakan ini. Sejak beberapa bulan yang lalu, di Jalan Kapten Pierre Tendean, tepatnya di halaman Pelabuhan Palangka (seberang Gereja Santo Matheus) dibangun instalasi pengolahan air limbah. Sarana ini dibangun untuk menampung limbah rumah tangga yang ada disekitar tempat tersebut. Dari pantauan admin, jangkauan IPAL ini hanya mencapai beberapa ratus meter saja dari kolam penampungannya.
Pembuatan "main hole"
Masyarakat yang memanfaatkan IPAL ini berkisar dari 50 sampai 100 orang saja. IPAL ini bekerja dengan prinsip gravitasi (kemiringan pipa). Sebenarnya semua air limbah rumah tangga bisa dibuang di tempat ini, namun banyak diantara mereka yang hanya menyambungkannya dengan kloset saja. Diharapkan dengan adanya IPAL ini, air yang dibuang ke sungai tidak ada lagi kuman E. Coli-nya.

Pekerjaan Pembangunan IPAL Kawasan Kabupaten Kapuas dilaksanakan oleh CV. Agra Mulya yang berpusat di Palangka Raya. Sedangkan konsultan pengawas adalah CV. Ace Takabeya dengan pusat Palangka Raya. Nilai kontrak sebesar Rp 2.451.026.000.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"