Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Sekolah Murabbi

Bapak Sabarun sedang memberikan materi
Pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 bertempat di aula High Desert, Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Sekolah Murabbi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi motivasi kepada para generasi muda di Kabupaten Kapuas untuk bersemangat mengajak orang-orang di sekelilingnya untuk lebih mengenal Islam dengan baik. Narasumber kegiatan ini adalah Bapak Sabarun (Dosen IAIN Palangka Raya), Bapak Majid (IKADI Kalimantan Tengah), Bapak Sugianto dan Bapak Muzakkir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)