Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Geliat PMR di Kapuas

PMR SMAN 1 Kuala Kapuas (Courtesy of Muhammad Yamin)
Selama beberapa tahun terakhir, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas jarang memunculkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan yang tampak dari PMI adalah donor darah. Sebenarnya kegiatan PMR berjalan secara rutin di sekolah-sekolah yang memiliki pembina PMR. Seperti SMAN 1 Kuala Kapuas, pada tanggal 30 Oktober 2016 yang lalu mengadakan berbagai kegiatan di sekolah seperti pertolongan pertama, pembuatan tandu, membawa korban dengan tandu melewati halang rintang.


Kak Putra (berdiri) bersama PMR Khazanaturrahmah (Courtesy of Muhammad Yamin)
Ditempat yang lain, MTs dan MA Khazanaturrahmah menyelenggarakan kegiatan PMR yang diisi dengan materi tentang kepalangmerahan, kepemimpinan dan tanggap bencana. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)