Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Karyawan PT. Dwie Warna Karya dilatih Pertolongan Pertama

Para mandor kebun sawit sedang latihan Resusitasi Jantung Paru
Pada hari Selasa, 29 November 2016 bertempat di Sekolah Dasar PT. Dwie Warna Karya dilaksanakan pelatihan Pertolongan Pertama. Pelatihan ini diselenggarakan oleh pihak perusahaan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Kapuas dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas. Pelatihan ini diikuti oleh 17 orang karyawan dari PT. Dwie Warna Karya dan PT. Susantri Permai.
Materi K3 diberikan oleh Ibu Tri Lestari dari Disnakersos. Materi pertolongan pertama diberikan oleh Jum'atil Fajar. Praktek pertolongan pertama dilakukan oleh para relawan dan staf PMI yaitu Sri Handayani, Siti, Latifah dan Gunawan.

Praktek pertolongan pertama meliputi Resusitasi Jantung Paru, pembalutan luka, pemasangan bidai dan evakuasi korban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)