Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Nggak shalat Pak, sudah adzan !

Sambil mengetik di kantor, saya menggunakan ear phone. Saat adzan Ashar saya tidak beranjak dari meja seperti biasa. Salah seorang teman di ruangan yang beragama Kristen bertanya kepada saya, Bapak tidak shalat, ini sudah adzan?

Saya lalu menjawab bahwa saya sudah menjama' shalat ketika tadi berada di luar kota. Dia lalu melanjutkan bahwa dia khawatir saya tidak mendengar suara adzan karena sedang menggunakan ear phone.

Saya bersyukur bahwa lingkungan kerja saya sangat kondusif dalam menjalankan agama meskipun kami berbeda agama dalam satu ruangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas