Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Nggak shalat Pak, sudah adzan !

Sambil mengetik di kantor, saya menggunakan ear phone. Saat adzan Ashar saya tidak beranjak dari meja seperti biasa. Salah seorang teman di ruangan yang beragama Kristen bertanya kepada saya, Bapak tidak shalat, ini sudah adzan?

Saya lalu menjawab bahwa saya sudah menjama' shalat ketika tadi berada di luar kota. Dia lalu melanjutkan bahwa dia khawatir saya tidak mendengar suara adzan karena sedang menggunakan ear phone.

Saya bersyukur bahwa lingkungan kerja saya sangat kondusif dalam menjalankan agama meskipun kami berbeda agama dalam satu ruangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"