The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Pertigaan batalyon ditutup untuk kendaraan roda empat

Pembangunan jembatan baru
Sejak bulan Oktober 2016 yang lalu, jalan dari Tendean ke Jalan Kalimantan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat mengingat jembatan yang ada di pangkal Jalan Kalimantan sedang menjalani pembangunan jembatan baru. Pemborong hanya menyediakan jalan untuk kendaraan roda dua. Bagi mereka yang ingin mengakses jalan Kalimantan dari Jalan Ahmad Yani menggunakan kendaraan roda empat harus melalui jalan Sumatera.

Proyek senilai Rp 506.786.000 ini dikerjakan oleh CV. Tirta Kencana yang berpusat di Buntok. Proyek ini diharapkan untuk selesai pada tanggal 7 Desember 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas