Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Surat Al Baqarah ayat 11-12

Oleh: Nouman Ali Khan

( 11 )   Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".( 12 )   Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Q.S. Al Baqarah, 2: 11-12)

Ada fasad (kerusakan) yang tampak secara zahir, sebagaimana dimuat dalam Qur'an:

( 41 )   Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Ruum, 30: 41)

Arti dari telah tampak kerusakan di darat dan di laut adalah daratan tidak lagi menghasilkan sesuatu yang baik dan lautan tidak lagi menghasilkan sesuatu yang baik. Tanah yang tadinya menghasilkan panen, sekarang tidak lagi. Laut yang mengalami polusi tidak lagi menghasilkan kebutuhan manusia.

Jadi kejahatan spiritual yang dilakukan manusia seperti berbohong, memakan harta orang lain tanpa hak, menyebabkan bumi menjadi rusak. Tapi bila manusia melakukan kebaikan, maka bumi akan menghasilkan panen yang diperlukan oleh manusia. Hujan tidak akan membuat banjir. "Jika mereka hidup dengan Taurat dan Injil maka mereka akan makan dengan apa yang tumbuh dari bumi dan turun dari langit."

Allah membuat hubungan antara spiritual dan realitas di dunia ini.

Orang munafik menganggap perdamaian lebih baik dari perang. Jadi menurut mereka orang Muslim yang ingin perang adalah orang yang menginginkan kerusakan. Mereka ingin berkompromi untuk perdamaian tersebut.

Arti sebenarnya dari fasad adalah ketidakadilan.
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (Q.S. Al-Mutaffifin, 83: 1)
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S. Al-Maa'un, 107: 3)
Mesjid (Masjidil Haram) yang seharusnya digunakan untuk menyembah Allah malah dikelilingi oleh berhala. Itulah "fasad" yang sebenarnya. Ketika mereka tidak patuh kepada Allah, maka mereka akan melakukan fasad kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Mereka membunuh anak perempuan.

Islam mengatakan bahwa mereka tidak bisa memperlakukan orang miskin demikian, tidak bisa memperlakukan anak perempuan demikian. Bila mereka melakukannya, maka mereka melakukan "fasad".

Ketika orang-orang munafik ingin melakukan kompromi, kebenaran tidak bisa dikompromikan dengan kesalahan. Keadilan tidak bisa dikompromikan dengan ketidakadilan. Agama ini murni, dia tidak bisa ditambah-tambah atau dikurangi. Agama ini untuk memperbaiki. Orang munafik ingin memperbaiki agama ini.

Orang munafik tampak bersahabat dihadapan orang Muslim. Tapi dibelakangnya mereka membuat makar. Tidak semua orang Yahudi yang munafik. Sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, orang-orang Yahudi pernah membantu orang-orang Quraisy untuk mengajukan pertanyaan yang "susah" kepada Rasulullah.

Ketika dikatakan kepada mereka (Yahudi) janganlah mereka membuat kerusakan di muka bumi, maksudnya adalah janganlah mereka menyembunyikan kebenaran yang Allah turunkan dalam Taurat. Menyembunyikan wahyu adalah kerusakan yang luar biasa.

Evangelis sering menyerang ayat-ayat Qur'an yang memerintahkan orang-orang Muslim untuk memotong leher orang kafir dimana saja mereka menemui mereka. Kaum Muslimin sering tidak tahu harus menjawab apa terhadap ayat ini. Akhirnya ada yang menyembunyikan ayat-ayat tersebut. Ini adalah fasad.

Qur'an berada diatas, pendapat kita berada dibawahnya. Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Masalahnya sekarang tidak malah tidak tahu tentang Qur'an. Kita jauh dari Qur'an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)