Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Bakti Sosial IDI Cabang Kapuas di Tambak Bajai

Tempat pemeriksaan IVA
 Pada hari Minggu, 4 Desember 2016 bertempat di SD Negeri 1 Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup dilaksanakan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas bekerja sama dengan dinas kesehatan, didukung oleh Dexa Medica dan PT. Guardian Pharmatama.
Lokasi Bakti Sosial di SD Negeri 1 Tambak Bajai
Kegiatan bakso ini adalah pengobatan massal, pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) dan sunatan massal. Semua kegiatan ini dilaksanakan oleh para dokter dibantu oleh perawat dari rumah sakit, Puskesmas Dadahup, Puskesmas Dadahup dan Puskesmas Pembantu Tambak Bajai.
Perawat membantu pemeriksaan awal pasien
 Dari 40 orang yang terdaftar, hanya 30 orang yang diperiksa IVA. Dari 12 orang yang terdaftar, hanya 10 orang saja yang disunat. Sedangkan jumlah yang menjalani pengobatan massal belum diketahui pasti.
dr. Hananie Taufik memeriksa pasien
Tim pendahulu (advance) sudah datang ke lokasi ini sejak hari Sabtu, 3 Desember 2016. Jadi meskipun tim kedua datang terlambat, kegiatan bakti sosial tetap bisa dimulai tepat waktu yaitu pukul 08.00 WIB.
Para dokter mempersiapkan obat-obatan
Sekitar pukul 14.00 WIB kegiatan bakti sosial berakhir. Para dokter dan perawat makan siang di rumah kepala desa. Setelah itu rombongan mulai meninggalkan Tambak Bajai.
Dokter internsip turut membantu
Perjalanan pulang kembali ditempuh dengan klotok menyeberangi Sungai Mangkatip. Setelah itu rombongan mampir dulu di Puskesmas Dadahup karena rombongan dari Puskesmas Mantangai menitipkan sepeda motor di tempat ini.
Pendaftaran pasien
Ketika sampai di Palingkau, rombongan makan malam di rumah makan yang ada di Palingkau Baru. Rombongan ini terdiri dari 9 mobil yang melakukan konvoi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas