Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Bakti Sosial IDI Cabang Kapuas di Tambak Bajai

Tempat pemeriksaan IVA
 Pada hari Minggu, 4 Desember 2016 bertempat di SD Negeri 1 Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup dilaksanakan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas bekerja sama dengan dinas kesehatan, didukung oleh Dexa Medica dan PT. Guardian Pharmatama.
Lokasi Bakti Sosial di SD Negeri 1 Tambak Bajai
Kegiatan bakso ini adalah pengobatan massal, pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) dan sunatan massal. Semua kegiatan ini dilaksanakan oleh para dokter dibantu oleh perawat dari rumah sakit, Puskesmas Dadahup, Puskesmas Dadahup dan Puskesmas Pembantu Tambak Bajai.
Perawat membantu pemeriksaan awal pasien
 Dari 40 orang yang terdaftar, hanya 30 orang yang diperiksa IVA. Dari 12 orang yang terdaftar, hanya 10 orang saja yang disunat. Sedangkan jumlah yang menjalani pengobatan massal belum diketahui pasti.
dr. Hananie Taufik memeriksa pasien
Tim pendahulu (advance) sudah datang ke lokasi ini sejak hari Sabtu, 3 Desember 2016. Jadi meskipun tim kedua datang terlambat, kegiatan bakti sosial tetap bisa dimulai tepat waktu yaitu pukul 08.00 WIB.
Para dokter mempersiapkan obat-obatan
Sekitar pukul 14.00 WIB kegiatan bakti sosial berakhir. Para dokter dan perawat makan siang di rumah kepala desa. Setelah itu rombongan mulai meninggalkan Tambak Bajai.
Dokter internsip turut membantu
Perjalanan pulang kembali ditempuh dengan klotok menyeberangi Sungai Mangkatip. Setelah itu rombongan mampir dulu di Puskesmas Dadahup karena rombongan dari Puskesmas Mantangai menitipkan sepeda motor di tempat ini.
Pendaftaran pasien
Ketika sampai di Palingkau, rombongan makan malam di rumah makan yang ada di Palingkau Baru. Rombongan ini terdiri dari 9 mobil yang melakukan konvoi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"