BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Pemeriksaan narkoba bagi staf rumah sakit


Ir. H. Muhajirin, MP memimpin apel pagi di rumah sakit
Pada hari Rabu, 14 Desember 2016 bertempat di gazebo RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan pemeriksaan narkoba dan HIV bagi staf rumah sakit. Kegiatan pemeriksaan narkoba diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh ketua Badan Narkotika Kabpaten Kapuas, Ir. H. Muhajirin, MP. Menurut keterangan yang beliau sampaikan, rumah sakit merupakan instansi kedua setelah Satpol PP yang melaksanakan pemeriksaan narkoba. Beliau mengharapkan agar aparatur sipil negara (ASN) sudah bebas dulu dari narkoba untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

BNK Kabupaten Kapuas menyediakan pot penampung urin. Pot tersebut dibawa ke WC yang ada di dekat kamar bedah. WC tersebut dijaga oleh Satpol PP. Pintu WC tidak boleh ditutup sehingga petugas mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh staf yang sedang mengumpulkan urin. Setelah itu potnya diserahkan kembali ke petugas BNK di Gazebo. Staf rumah sakit yang positif dalam pemeriksaan ini akan diwawancarai untuk mengetahui penyebabnya, apakah mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung narkoba atau memang pengguna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)