Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

World Diabetes Day 2016 di Kapuas

Foto bareng di depan spanduk World Diabetes Day
Dua minggu yang lalu (Jum'at, 18 November 2016), Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kapuas menyelenggarakan peringatan Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) Tahun 2016 di halaman parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Kuala Kapuas. Kegiatan ini diisi dengan senam diabetes, jalan mengelilingi stadion Panunjung Tarung, membuat konfigurasi mata serta berbagai lomba.


Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Persadia Cabang Kapuas dan staf rumah sakit. Liputan kegiatan ini dibantu dengan adanya "drone".


Berikut ini adalah video formasi mata yang dibentuk oleh anggota Persadia Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"