Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu

Minggu, 29 Januari 2017
Menjelang maghrib admin berangkat untuk shalat Maghrib di Langgar Baabussalam yang ada di Jalan Seroja, Kuala Kapuas. Sengaja shalat di langgar tersebut, jadi setelah shalat bisa langsung menuju ke feri penyeberangan yang ada di Jalan Mawar, karena ada rapat di seberang. 

Setelah selesai shalat Isya, admin segera naik motor ke feri. Beberapa meter menjelang sampai ke feri, admin baru ingat kalau tidak bawa uang. Wah bisa telat nih, kalau begitu harus lewat jembatan nih agar tidak lama lagi menunggunya. Secara reflek admin langsung menoleh ke penanda bahan bakar, rupanya mau habis. Takut kalau penandanya salah, admin menepi dan memeriksa bensin, ternyata memang mau habis.

Admin langsung melarikan motor kembali ke rumah untuk ganti dengan motor yang lain, yang masih ada bensinnya. Sesampainya di rumah, admin menyempatkan untuk melihat HP, sudah jam berapa sekarang. Ternyata ada pesan SMS yang masuk. Waktu dibaca, ternyata tempat rapat di seberang tidak dapat digunakan karena orangnya belum pulang dari Banjarmasin, dan dia minta agar rapatnya dipindah ke rumah admin.

Dalam hati, admin bersyukur, tidak merasa kesal dengan kejadian tadi, rupanya semua sudah diatur oleh Allah SWT. Maka benarlah firman Allah yang berbunyi:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“… Boleh jadi kamu membenci seseuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas