Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Durian Sei Pasah

Durian Sei Pasah
Masih ingat dengan Pesta Durian di Sei Pasah? Kali ini, admin kembali mendapat kesempatan untuk menikmati durian dari tempat yang sama. Menurut Pak Bambang yang membawakan durian tersebut, harga durian dari Sei Pasah tersebut harganya berkisar dari Rp 5.000 (kecil) sampai Rp 20.000 (besar). Tentu saja harga tersebut adalah harga beli di tempat. Kalau beli di pasar tentu harganya sudah berbeda.

Ada beberapa tempat di Kapuas yang merupakan penghasil durian yaitu Sei Pasah, Basarang, Sei Pinang dan lain-lain. Jadi potensi buah-buahan di Kapuas cukup luar biasa. Awal tahun ini buah rambutan kembali melimpah di Kuala Kapuas, begitupun dengan buah cempedak dan nenas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas