Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Istiqamah dalam beramal (3) - banyak mengingat kematian



Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc 

Topik ini masih dalam tema Istiqamah dalam beribadah dengan jalan: 
  • Menuntut ilmu 
  • Meneladani Rasulullah, para sahabat.  
  • Bergaul dengan prang saleh 
  • Banyak mengingat kematian 

Tema ini jarang diangkat. Rasulullah sering berbicara tentang kematian. Ayat 3:102 mengingatkan tentang kematian. Takwa, mengamalkan qur’an, cukup dengan yang sedikit dan mengingat kematian, nasehat Ali. Rasulullah memgajak kita untuk memperbanyak mengingat mati. 

Dalam hadits disebutkan bahwa kita tidak tahu dibumi mana kita alan meninggal. Ketika janin berusia 4 bulan, Allah tuliskan umur, rizki, amal perbuatan dan … 

3:185 - setiap yang bernyawa akan merasakan kematian dan sesunģguhnya hanya pada kiamat disempurnakan amalmu. … kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu. 

Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari. Kematian adalah pintu yang pasti kita lewati. Kapan kita akan memasuki pintu tersebut. Banyak orang mengingkari surga dan neraka, tapi orang tidak bosa mengingkari kematian. Kaum materialis mengatakan bahwa kehidupan ini hanya kehidupan dunia, tidak ada yang menghentikan kami melainkan kematian. 

Dan balasan kalian akan disempurnakan pada hari kiamat. Balasan itu tidak harus menunggu sampai mati, tapi balasan yang sempurna adalah di hari kiamat. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan akan dilihat. Tidak tergelincir kedua kaki seorang hamba sebelum ditanya empat perkara: usia dihabiskan untuk apa; masa muda digunakan untuk apa; tentang ilmunya apa diamalkannya; hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia gunakan. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sesungguhnya dia adalah orang yang beruntung. 

Kita seringkali mengukur kesuksesan dengan nilai-nilai materi. Hanya orang yang mengerti saja yang melihat kesuksesan bukan dalam materi. 

Sesungguhnya aku takut azab yang besar ketika aku bermaksiat kepada Tuhanku. Barangsiapa dijauhkan dari azab, maka Allah akan menolongnya. Itu adalah keberuntungan yang nyàta. Mereka adalah orang yang mengatakam bahwa aku takut pada azab hari yang besar.  

Adapun orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Allah akan memasukkan mereka dalam rahmatNya. Itu adalah keberuntungan yang bèsar. 
Seruan setiap adzan adalah seruan untuk kemenangan.  

Beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya.  

Pada hari itu tidak bermanfaat harta dan anak-anak melainkan hati yang bersih/suci. Pada hari itu lari dari saudara-saudara, ibu dan bapak, suami atau istri. Orang beruntung adalah yang bisa membersihkan hati. Do’a yang diajarkan Rasullah: Ya Allah berikanlah kepada jiwaku ketakwaanmya, engkaulah yang menjadi wali (yang mengendalikan / mengatur). 

Allah mencintai orang yang senantiasa bertaubat dan mensucikan. Kita tidak mengenal orang yang disebut manusia suçi (tidak pernah berbuat salah / dosa) selain Nabi dan Rasul. 

Sungguh beruntung orang beriman; sunğguh menakjubkan urusan seorang mu’min, sua urusannya adalah baik. Setiap Muslim adalah pemenang. Kalau dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur; kalau tidak mendapatkan kesusahan dia bersabar. 

Rasulullah mengatakan setiap umatku pasti masuk surga, kecuali orang yang tidak mau 
 Para sahabat bertanya apakah memang ada yang tidak mau masuk surga. Orang taat paďaku masuk surga, orang yang tidak taat padaku adalh yang tidak mau. 

Kesempurnaan balasan adalah pada hati kiamat. 

Sebesar apapun kesuksesan didunia itu bukan yang nyata; bukan besar. Itu adalah kesenangan yang menipu; itu adalah permainan. 

Kita sedang mimpi. Kita baru bangun setelah masuk ke dalam kubur. Ketika bersama dengan para sahabatnya mengunjungi kuburan, Ali mengatakan: wahai penghuni kubur, harta kalian sudah dibagikan, istri kalian sudah kawin lagi. Apa jawaban kalian. Ali kemudian menghadap kepada para sahabatnya dan berkata: Seandainya mereka bisa bangun, meraka akan mengatakan: berbekallah karena sebaik-baik bekal adalah takwa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"